
WEDA, RedMOL.id – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif melalui penyusunan kebijakan publik berbasis bukti (evidence-based policy). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lokakarya Kolaboratif Penelitian Partisipatif untuk Penguatan Kebijakan yang berlangsung pada 15–16 Juli 2026 di Hotel Tiara, Weda.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Dala Institute bersama eISIL Kieraha dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah sebagai bagian dari pengembangan penelitian aksi partisipatif yang telah berjalan sejak Maret 2025. Lokakarya menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, lembaga penelitian, serta berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Lokakarya secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, yang menegaskan bahwa tantangan pembangunan daerah saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan pendekatan lintas sektor yang didukung oleh data, hasil penelitian, serta pengalaman empiris masyarakat.
Menurut Ahlan, pemerintah daerah memerlukan rekomendasi kebijakan yang lahir dari proses analisis yang komprehensif agar setiap program pembangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat sasaran.
"Perbedaan sudut pandang bukanlah hambatan, melainkan kekuatan untuk menghasilkan analisis yang lebih kaya dan objektif. Semakin banyak perspektif yang terlibat, semakin besar peluang kita menghasilkan kebijakan yang berkualitas serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Ahlan. Sabtu 18/07.

Ia berharap hasil lokakarya tidak berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan menjadi referensi strategis bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan yang adaptif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Koordinator Penelitian, Azka Aziz, menjelaskan bahwa hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 17 Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Halmahera Tengah dan 5 Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah terlibat aktif dalam proses penelitian partisipatif yang difasilitasi Dala Institute bersama para mitra.
Menurutnya, pendekatan penelitian partisipatif tidak hanya menghasilkan data yang lebih komprehensif, tetapi juga meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah dalam memahami persoalan pembangunan, mengidentifikasi akar permasalahan, serta merumuskan solusi yang lebih efektif dan implementatif.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi yang membahas metode penelitian partisipatif, penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti, analisis lintas kasus, hingga forum diskusi mengenai isu-isu strategis seperti ketenagakerjaan, kesehatan, lingkungan hidup, perlindungan sosial, serta dinamika pembangunan kawasan industri di Halmahera Tengah.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga meluncurkan Kompetisi Ide Kebijakan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Kompetisi tersebut mengusung tema "Mewujudkan Manfaat Sosial dan Ekonomi Jangka Panjang di Tengah Pembangunan Industri Nikel di Kabupaten Halmahera Tengah", dengan tujuan mendorong lahirnya gagasan-gagasan inovatif yang mampu memaksimalkan manfaat pembangunan industri sekaligus meminimalkan dampak sosial dan lingkungan.
Pendaftaran kompetisi dibuka pada 16–24 Juli 2026 dan diharapkan menjadi ruang bagi ASN untuk menghadirkan solusi kebijakan yang kreatif, berbasis data, serta berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan lokakarya dan kompetisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menegaskan komitmennya membangun budaya kolaborasi, inovasi, dan pengambilan kebijakan berbasis bukti. Diharapkan, sinergi antara pemerintah, akademisi, lembaga penelitian, dan masyarakat mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang berkualitas, implementatif, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Halmahera Tengah.
Redaksi: Iswan
