
Sorotan tersebut mencuat setelah seorang siswa mengaku telah mendatangi Kepala SMK, Muslan Munawar, S.Pd., Gr., untuk memastikan keberadaan ijazah kelulusannya.
Namun, siswa tersebut memperoleh penjelasan bahwa ijazah telah tersedia, sementara stempel atau cap yang diperlukan disebut masih berada di Bacan.
Keterangan itu kemudian memunculkan pertanyaan lanjutan dari siswa mengenai keabsahan dan kepastian dokumen apabila ijazah belum dilengkapi stempel.
Menurut pengakuan siswa kepada wartawan, kepala sekolah kemudian menyampaikan rencana untuk pergi ke Bacan pada Rabu atau Sabtu guna mengurus persoalan tersebut. Pada saat yang sama, siswa juga mendapat informasi bahwa pada Jumat masih terdapat agenda kedatangan tamu dari dinas di sekolah.
Informasi Kedatangan Dinas Perlu Diperjelas Pernyataan mengenai adanya kedatangan pihak dinas menjadi bagian yang perlu diklarifikasi lebih lanjut.
Pasalnya, siswa yang bersangkutan mengaku memiliki kebutuhan mendesak terhadap ijazah tersebut. Ia berencana berangkat ke Ternate pada Jumat malam untuk mengurus administrasi lamaran pekerjaan.
Dalam kondisi seperti itu, keterlambatan penyerahan dokumen dapat berdampak langsung terhadap proses administrasi yang sedang dijalani siswa.
Kepada wartawan melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon, Sabtu (19/9/2026), siswa tersebut menyampaikan bahwa dirinya merasa khawatir tidak dapat memenuhi persyaratan administrasi pekerjaan apabila ijazah belum diterima.
“Kami khawatir karena Jumat malam kami mau berangkat ke Ternate untuk mengurus surat lamaran kerja. Setiap administrasi yang dibutuhkan, ijazah merupakan salah satu dokumen yang sangat penting. Kalau ijazah tidak kami ambil, kami khawatir tidak bisa diterima di pekerjaan tersebut,” ungkapnya.
"Bukan Sekadar Persoalan Cap"
Persoalan ini tidak semata-mata berkaitan dengan keberadaan stempel. Lebih jauh, muncul pertanyaan mengenai bagaimana mekanisme pengelolaan dan penyerahan ijazah kepada siswa di sekolah tersebut.
Jika ijazah sudah tersedia, perlu dijelaskan mengapa dokumen tersebut belum dapat diserahkan kepada siswa dan mengapa stempel berada di tempat berbeda.
Selain itu, perlu dipastikan apakah stempel yang dimaksud merupakan bagian dari kelengkapan administrasi yang memang harus berada di Bacan, atau terdapat prosedur lain yang menjadi alasan dokumen belum dapat diberikan kepada siswa.Kepastian mengenai hal tersebut penting agar tidak muncul asumsi di tengah siswa maupun masyarakat.
"Media Telusuri Keterangan Siswa"
Dalam penelusuran awal, informasi mengenai persoalan ijazah ini diperoleh dari siswa yang mengaku mengalami langsung proses tersebut.
Namun demikian, keterangan siswa masih merupakan informasi dari satu pihak dan perlu diuji melalui konfirmasi kepada pihak sekolah serta instansi pendidikan terkait.
Karena itu,Media memandang penting adanya penjelasan dari Kepala Sekolah SMK Perikanan Terpadu Global Pratama, mengenai beberapa hal, antara lain:
1. Apakah seluruh ijazah lulusan telah tersedia dan siap diserahkan kepada siswa?
2. Mengapa stempel atau cap ijazah disebut masih berada di Bacan?
3. Siapa yang bertanggung jawab atas penyimpanan dan pengelolaan stempel tersebut?
4. Apakah benar terdapat agenda kedatangan pihak dinas ke SMK, pada Jumat?
5. Apakah agenda tersebut berkaitan dengan proses penyerahan atau pengesahan ijazah siswa?
6. Kapan kepastian ijazah siswa dapat diserahkan secara lengkap?
7. Bagaimana mekanisme sekolah memastikan lulusan tidak dirugikan akibat keterlambatan dokumen administrasi?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka untuk memberikan kepastian kepada siswa dan orang tua.
"Menunggu Klarifikasi Kepala Sekolah dan Dinas"
Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai alasan stempel berada di Bacan serta kepastian jadwal penyelesaian dokumen tersebut masih bersumber dari penuturan siswa.
"Media belum memperoleh klarifikasi resmi dari Kepala Sekolah SMK Perikanan Terpadu Global Pratama,Muslan Munawar, S.Pd.,Gr., maupun pihak Dinas Pendidikan terkait.
Konfirmasi dari pihak sekolah tetap diperlukan agar pemberitaan tidak hanya bertumpu pada satu sumber dan seluruh informasi dapat disampaikan secara berimbang.
Editor:A
Redaksi:Arjun
