Siswa SMP Negeri 70 Halsel Kritik Minimnya Perhatian Pemda terhadap Krisis Air Bersih di Desa Dowora.

Admin RedMOL
0
Halmahera Selatan, RedMOL.id– Krisis air bersih yang telah berlangsung bertahun-tahun di Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik datang dari kalangan pelajar. Seorang siswa SMP Negeri 70 Halmahera Selatan, Faras M. Ismail, menilai pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara belum menunjukkan langkah yang efektif dalam menyelesaikan persoalan mendasar yang hingga kini masih membebani masyarakat.

Menurut Faras, keterbatasan akses air bersih bukan lagi sekadar persoalan pelayanan publik, melainkan telah menjadi masalah serius yang berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan kualitas hidup warga. Ia mengatakan masyarakat masih harus menempuh jarak yang cukup jauh hanya untuk memperoleh air bersih, kondisi yang dinilai tidak seharusnya terus terjadi di tengah berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah.

"Setiap hari masyarakat harus berjuang mencari air bersih. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Kami berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi nyata karena air bersih adalah kebutuhan dasar setiap warga," ujar Faras.

Faras menilai Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara perlu menjadikan persoalan air bersih sebagai prioritas pembangunan, bukan sekadar wacana. Menurutnya, hingga saat ini masyarakat Desa Dowora belum merasakan solusi yang mampu menjawab kebutuhan dasar tersebut secara berkelanjutan.

Selain berdampak pada kehidupan masyarakat, krisis air bersih juga dinilai mengganggu aktivitas belajar para pelajar. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar sering kali tersita untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan air bersih. Kondisi tersebut, menurut Faras, berpotensi menghambat kualitas pendidikan di desa tersebut.

Persoalan itu juga memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan proses pendidikan. Faras menilai minimnya fasilitas dasar, termasuk akses air bersih, dapat menjadi tantangan bagi tenaga pendidik yang mengabdi di Desa Dowora. Apabila kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa penanganan serius, bukan tidak mungkin sebagian guru memilih mengajukan mutasi ke wilayah lain yang memiliki fasilitas lebih memadai. Dampaknya, proses belajar mengajar berpotensi terganggu akibat berkurangnya tenaga pendidik.

Faras turut menyoroti pentingnya kehadiran pemerintah dalam memastikan setiap warga memperoleh hak atas pelayanan dasar. Ia berharap Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, bersama Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, tidak hanya menerima laporan di atas meja, tetapi juga turun langsung melihat kondisi yang dihadapi masyarakat Desa Dowora.

"Kami memohon dengan hormat kepada Ibu Gubernur Maluku Utara dan Bapak Bupati Halmahera Selatan agar dapat melihat langsung kondisi masyarakat Desa Dowora. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting. Kami berharap pemerintah segera membangun sarana air bersih yang memadai agar masyarakat dapat hidup lebih sehat dan anak-anak dapat belajar dengan nyaman," katanya.

Menurut Faras, apabila pemerintah serius menempatkan pelayanan publik sebagai prioritas, persoalan air bersih yang telah berlangsung lama semestinya sudah memperoleh penanganan yang lebih konkret. Ia berharap pemerintah tidak menunggu persoalan tersebut semakin memburuk sebelum mengambil tindakan.

Masyarakat Desa Dowora kini menantikan langkah nyata dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Penyediaan sarana air bersih dinilai bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah dalam memenuhi hak dasar warga, tetapi juga menjadi tolok ukur keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah pelosok.

Di akhir penyampaiannya, Faras berharap kritik yang disampaikannya dapat menjadi perhatian para pemangku kebijakan.

"Saya berharap Ibu Gubernur Maluku Utara dan Bapak Bupati Halmahera Selatan dapat mendengar suara masyarakat Desa Dowora. Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin memperoleh hak yang sama, yaitu menikmati air bersih yang layak seperti masyarakat di daerah lain. Semoga pemerintah segera mengambil langkah nyata agar persoalan ini tidak terus menjadi beban masyarakat," tutupnya.


Editor:Arjun
Redaksi:Arjun

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke RedMOL ID, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!